prabowo-akan-menemui-putin-di-rusia

Prabowo Akan Menemui Putin di Rusia

Prabowo Akan Menemui Putin di Rusia. Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada 10 Desember 2025 jadi sorotan hangat di tengah dinamika diplomasi global. Langsung dari Islamabad setelah bertemu PM Pakistan Shehbaz Sharif, Prabowo tiba di Moskow untuk jumpa Presiden Vladimir Putin di Grand Kremlin Palace. Ini kunjungan kedua Prabowo ke Rusia tahun ini—pertama di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg Juni lalu—dan bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Putin, yang sambut Prabowo dengan hangat, soroti perkembangan konsisten kerjasama, sementara Prabowo ungkapkan terima kasih atas relasi kuat yang saling menguntungkan. Agenda utama: militer, energi, ekspor gandum, dan kerjasama maritim-pendidikan. Di era di mana Indonesia pertahankan politik bebas aktif, pertemuan ini jadi bukti komitmen Prabowo bangun jembatan Global South, tanpa abaikan mitra Barat. Saat salju Moskow turun, obrolan dua pemimpin janji tambah warna kerjasama bilateral yang sudah capai 2 miliar dolar perdagangan tahun ini. BERITA BOLA

Agenda Kerjasama Militer dan Pertahanan: Prabowo Akan Menemui Putin di Rusia

Pertemuan dimulai dengan apresiasi Putin atas “perkembangan bagus” di bidang militer, di mana Rusia siap bantu Indonesia perkuat pertahanan. Prabowo, eks jenderal TNI, tekankan minat Jakarta pada transfer teknologi dan pelatihan, selaras rencana modernisasi angkatan bersenjata. Rusia, yang suplai 11 Su-30MK dan 24 Sukhoi Su-35 sejak 2010-an, tawarkan paket baru termasuk drone dan sistem rudal. “Kami puas dengan kerjasama ini dan siap bantu lebih lanjut,” kata Putin, soroti bagaimana latihan bersama seperti di Laut Jawa tahun lalu perkuat interoperabilitas. Prabowo balas, “Relasi militer kami solid, dan kami lihat peluang baru di era digital.” Ini bagian dari strategi Indonesia: diversifikasi sumber senjata, kurangi ketergantungan AS, sambil jaga netralitas di Laut China Selatan. Hasilnya: kesepakatan awal soal pelatihan pilot dan servis pesawat, yang harapannya tingkatkan kapabilitas TNI AU.

Potensi Kerjasama Energi dan Nuklir: Prabowo Akan Menemui Putin di Rusia

Energi jadi topik hangat kedua, dengan Putin tawarkan bantuan nuklir—Rusia bangun PLTN di Turki dan Mesir, dan siap kirim spesialis ke Indonesia. “Jika memungkinkan, kami selalu siap,” ujarnya, respons target Prabowo capai Net Zero Emission 2060 via energi bersih. Indonesia, yang impor 70 persen kebutuhan minyak, lihat Rusia sebagai mitra strategis untuk gas alam cair dan eksplorasi lepas pantai. Putin soroti penurunan ekspor gandum Rusia ke Indonesia tahun ini—dari 1 juta ton jadi 800 ribu—dan janji stabilkan pasokan untuk stabilkan harga pangan. Prabowo apresiasi, bilang “Kami ingin tingkatkan impor energi Rusia, termasuk LNG untuk jaga ketahanan.” Ini selaras Asta Cita pemerintah: swasembada energi, di mana kerjasama ini bisa tambah 20 persen impor gandum dan gas. Hasil pertemuan: MoU awal soal nuklir damai dan perdagangan bilateral, target naik 15 persen tahun depan.

Undangan Balasan dan Isu Regional

Prabowo tak lupa undang Putin kunjungi Indonesia 2026-2027, yang langsung diterima dengan senang hati. “Saya terima dengan gembira, ini kesempatan bahas isu regional lebih dalam,” balas Putin, soroti kerjasama maritim di Samudra Hindia dan pendidikan via beasiswa Rusia untuk mahasiswa Indonesia. Topik lain: stabilitas ASEAN, di mana Prabowo tekankan peran Indonesia sebagai penengah, dan Putin apresiasi sikap netral Jakarta soal Ukraina. Ini jadi jembatan diplomasi: Indonesia tolak sanksi Rusia, tapi dukung perdamaian. Undangan ini ikuti kunjungan Putin ke Brasil dan India, perkuat BRICS yang Prabowo incar keanggotaan. Hasilnya: komitmen tukar pelajar dan seminar keamanan maritim, tambah dimensi budaya pada relasi.

Kesimpulan

Pertemuan Prabowo-Putin di Moskow 10 Desember 2025 jadi tonggak baru kerjasama Indonesia-Rusia, dari militer dan energi hingga undangan balasan yang janji kunjungan 2026-2027. Dengan apresiasi atas 75 tahun diplomasi dan MoU awal nuklir-gandum, ini bukti komitmen Prabowo bangun mitra Global South yang saling untung. Di tengah tantangan regional, relasi ini perkuat posisi Indonesia netral tapi kuat. Putin senang, Prabowo optimis—semoga hasilnya tak cuma kertas, tapi aksi nyata untuk kesejahteraan rakyat. Diplomasi seperti ini yang dibutuhkan dunia: dialog, bukan konfrontasi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *