Plester di Tangan Trump Menjadi Sorotan Para Netizen. Presiden Donald Trump kembali jadi pusat perhatian dunia maya setelah muncul dengan plester besar di tangan kanannya saat menghadiri acara Kennedy Center Honors pada Minggu malam, 7 Desember 2025, di Washington D.C. Bersama istrinya, Melania Trump, ia berpose di karpet merah sambil menghormati karir Sylvester Stallone, Gloria Gaynor, dan George Strait. Namun, bukan pidato atau tamu VIP yang viral—melainkan plester putih mencolok di punggung tangan Trump yang langsung jadi bahan obrolan netizen. Ini bukan pertama kali: sejak awal Desember, Trump sering terlihat dengan plester atau memar di tangan yang sama, termasuk saat rapat kabinet pada 2 Desember. Media sosial meledak dengan spekulasi, dari lelucon ringan hingga kekhawatiran serius soal kesehatan pria berusia 79 tahun ini. Rumah Sakit Gedung Putih bilang itu cuma efek jabat tangan berulang dan aspirin harian, tapi netizen tak puas—mereka curiga ada cerita lebih dalam. BERITA BOLA
Kemunculan Plester di Kennedy Center Honors: Plester di Tangan Trump Menjadi Sorotan Para Netizen
Acara penghargaan tahunan itu seharusnya jadi malam glamor, tapi sorotan beralih ke tangan Trump yang tertutup plester lebar. Foto-foto dari karpet merah langsung banjir di X (dulu Twitter), dengan ribuan komentar dalam hitungan jam. Trump tampil gagah dalam setelan hitam, tapi plester putih itu mencuri perhatian—terutama saat ia berjabat tangan dengan Stallone. Ini lanjutan pola: dua hari sebelumnya, pada 5 Desember, Trump pakai dua plester saat makan malam di Departemen Luar Negeri. Sebelum itu, pada 2 Desember, ia tutupi tangan dengan tangan kiri saat rapat kabinet, hindari kamera. Netizen langsung heboh: satu postingan di X bilang, “Plester raksasa di tangan Trump—apa dia lagi main golf lagi?” sementara yang lain spekulasi, “Ini pasti tanda IV therapy rahasia.” Viralitasnya capai 500 ribu like dalam sehari, campur meme dan teori konspirasi.
Reaksi Netizen yang Beragam: Plester di Tangan Trump Menjadi Sorotan Para Netizen
Media sosial jadi arena perdebatan panas soal plester Trump. Di X, tagar #TrumpHand menjadi trending nomor satu di AS pada 8 Desember, dengan 2 juta postingan. Sebagian netizen santai: “Jabat tangan sehari 100 kali, wajar memar—tapi plesternya kayak lagi sembunyikan tato rahasia,” tulis satu pengguna. Yang lain lebih serius: “Usia 79, aspirin harian bikin mudah memar—tapi kenapa sering? Apa ada isu kesehatan tersembunyi?” Beberapa teori liar muncul, seperti “Itu bekas suntik botox” atau “Menyembunyikan memar dari olahraga ekstrem.” Di Reddit, thread r/politics tambah 10 ribu komentar, soroti foto Trump dengan tangan memar saat bertemu pemimpin Afrika awal Desember. Respons Trump? Ia cuek, fokus pidato hormati Stallone sebagai “teman lama.” Tapi staf Gedung Putih buru-buru klarifikasi: itu cuma luka kecil dari jabat tangan dan efek samping aspirin.
Penjelasan Resmi dan Spekulasi Kesehatan
Rumah Sakit Gedung Putih kasih jawaban standar: plester itu nutup luka dari jabat tangan konstan—Trump ketemu ratusan orang per minggu—ditambah aspirin harian yang bikin pembuluh darah rapuh. Laporan medis Juli 2025 sebut Trump punya chronic venous insufficiency (CVI), kondisi sirkulasi darah umum di usia lanjut, yang sebabkan memar mudah. “Presiden seperti Grand Central—selalu jabat tangan,” kata juru bicara Karoline Leavitt pada 11 Desember. Tapi netizen tak yakin: “Kalau cuma itu, kenapa plesternya besar banget?” tanya satu tweet viral. Spekulasi naik soal kesehatan Trump: usia 79, tekanan jabatan, dan riwayat COVID-19 2020 bikin orang curiga ada masalah lebih serius, seperti IV therapy atau kondisi kronis. Analis politik bilang ini tambah narasi “Trump tak sekuat dulu,” terutama jelang pemilu 2026.
Kesimpulan
Plester di tangan Trump saat Kennedy Center Honors jadi magnet netizen, campur lelucon dan kekhawatiran kesehatan yang tak kunjung reda. Dari foto viral di X hingga penjelasan Gedung Putih soal jabat tangan dan aspirin, ini soroti usia Trump di panggung politik yang brutal. Reaksi beragam tunjukkan betapa publik lapar cerita di balik layar—tapi tanpa bukti baru, spekulasi tetap spekulasi. Bagi Trump, ini mungkin gangguan kecil; bagi netizen, bahan gosip panas. Yang pasti, tangan terbalut itu jadi simbol: bahkan presiden punya luka kecil yang bikin heboh besar. Pantau acara selanjutnya—mungkin plesternya hilang, atau justru tambah misteri.

