Bapak-Anak Ini Ditangkap KPK Usai Kasus Penyuapan. Operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga antirasuah baru-baru ini kembali menggemparkan publik. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang ditangkap bersama ayah kandungnya, yang juga menjabat kepala desa setempat, dalam kasus dugaan penyuapan terkait proyek infrastruktur. Penangkapan ini terjadi pada 18 Desember lalu di wilayah Bekasi, melibatkan sepuluh orang, termasuk pihak swasta. Ketiganya kini resmi menjadi tersangka, dengan dugaan penerimaan suap mencapai miliaran rupiah. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan hubungan keluarga dekat di lingkungan pemerintahan daerah. BERITA BOLA
Kronologi Penangkapan: Bapak-Anak Ini Ditangkap KPK Usai Kasus Penyuapan
Semuanya bermula dari operasi senyap pada pertengahan Desember. Tim lembaga antirasuah menyita uang ratusan juta rupiah saat penggeledahan. Bupati yang baru menjabat periode 2025-2030 ini diduga rutin meminta uang muka atau ijon proyek sejak akhir 2024, bahkan sebelum resmi dilantik. Ayahnya berperan sebagai perantara, menerima aliran dana dari kontraktor swasta yang sering mengerjakan paket proyek di kabupaten tersebut. Total dugaan suap dari satu pihak swasta saja mencapai 9,5 miliar rupiah, ditambah penerimaan lain sepanjang tahun ini sekitar 4,7 miliar rupiah dari berbagai sumber.
Peran Ayah dalam Kasus Ini: Bapak-Anak Ini Ditangkap KPK Usai Kasus Penyuapan
Ayah bupati, yang sehari-hari menjabat kepala desa di kecamatan setempat, tidak hanya menjadi penghubung. Ia diduga aktif meminta uang kepada pihak swasta maupun satuan kerja perangkat daerah, kadang tanpa sepengetahuan anaknya sendiri. Peran ini membuatnya turut menjadi penerima suap utama. Praktik ini memanfaatkan pengaruh jabatan bupati untuk menekan kontraktor agar memberikan jaminan proyek mendatang. Pihak swasta yang memberikan suap dijanjikan kelancaran dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah kabupaten.
Proses Hukum dan Penahanan
Setelah pemeriksaan intensif, ketiga tersangka ditetapkan secara resmi dan langsung ditahan untuk 20 hari pertama. Penahanan ini bertujuan mempermudah penyidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya aliran dana ke pihak lain. Pasal yang diterapkan berlapis, mencakup penerimaan suap dan gratifikasi bagi kedua tersangka utama, serta pemberian suap bagi pihak swasta. Kasus ini menjadi yang kesepuluh dalam operasi tangkap tangan sepanjang tahun, menunjukkan komitmen penegakan hukum terhadap korupsi di tingkat daerah.
Kesimpulan
Penangkapan duet ayah-anak ini menjadi pengingat keras bahwa korupsi sering melibatkan jaringan keluarga untuk memperkaya diri. Praktik ijon proyek yang merugikan keuangan negara harus segera diberantas agar tata kelola pemerintahan lebih bersih. Dengan proses hukum yang sedang berjalan, diharapkan kasus ini memberikan efek jera luas, sekaligus mendorong transparansi dalam pengadaan proyek daerah. Pada akhirnya, integritas pemimpin menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik yang lebih baik di masa depan.

