hamas-minta-pembekuan-senjata

Hamas Minta Pembekuan Senjata

Hamas Minta Pembekuan Senjata. Hamas kembali menyerukan pembekuan senjata terhadap Israel di tengah negosiasi gencatan senjata Gaza yang rapuh. Pada Selasa, 9 Desember 2025, juru bicara Hamas Husam Badran menyatakan kelompok itu menuntut embargo senjata internasional untuk Israel sebagai syarat lanjut ke fase kedua kesepakatan damai yang dibroker AS. Pernyataan ini disampaikan di tengah tuduhan pelanggaran gencatan senjata, di mana Hamas klaim Israel lakukan 738 pelanggaran sejak 10 Oktober. Badran sebut pembekuan senjata krusial untuk cegah eskalasi, sambil tolak tuntutan Israel soal perlucutan senjata Hamas. Ini jadi isu panas di forum PBB, di mana pakar hak asasi juga dorong embargo senjata ke Israel. Situasi Gaza tetap tegang, dengan 376 warga Palestina tewas sejak gencatan, dan negosiasi fase dua—termasuk pembebasan sandera—mentok di tuntutan ini. BERITA BOLA

Latar Belakang Negosiasi Gencatan Senjata: Hamas Minta Pembekuan Senjata

Gencatan senjata Gaza dimulai 10 Oktober 2025, hasil broker AS di bawah Donald Trump, usai perang 14 bulan yang tewaskan puluhan ribu. Fase pertama: Hamas bebaskan 25 sandera Israel dan delapan jenazah, tukar 2.000 tahanan Palestina. Tapi fase kedua mentok: Israel tuntut perlucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza, sementara Hamas balas tuntut akhir perang, tarik pasukan Israel, dan pembekuan senjata. Badran bilang fase dua tak maju tanpa “tekanan lebih ke Israel untuk buka perbatasan, hentikan serangan mematikan, dan izinkan bantuan lebih.” Israel tolak, sebut Hamas “narco-teroris” yang harus diserahkan senjatanya. Trump beri ultimatum Maduro-like ke Hamas, tapi kelompok itu tolak “damai budak.” Ini eskalasi diplomatik, dengan Netanyahu sebut fase dua “sulit” tapi “harus dilakukan.”

Tuntutan Pembekuan Senjata dan Respons Israel: Hamas Minta Pembekuan Senjata

Hamas tuntut embargo senjata global ke Israel, sebut pasokan senjata AS dan Jerman “pelanggar hukum humaniter internasional.” Badran kutip pakar PBB yang 23 Februari 2024 tuntut embargo, bilang ekspor senjata ke Israel “risiko genosida di Gaza.” Hamas siap diskusi perlucutan senjata, tapi syarat: penarikan Israel dari Gaza, jaminan mediator tak izinkan operasi militer lagi, dan negara Palestina berdasarkan garis 1967. Israel tolak keras: Menteri Luar Negeri Israel Katz sebut tuntutan PBB “kolaborasi dengan Hamas,” dan embargo senjata “dukung teroris.” Netanyahu bilang fase dua tuntut Hamas serahkan senjata ke negara Palestina, tapi Hamas sebut itu “hilangkan jiwa kelompok.” Badran ancam tak lanjut fase dua tanpa tekanan lebih ke Israel, termasuk akhir blokade bantuan.

Dampak Ekonomi dan Kemanusiaan di Gaza

Tuntutan ini soroti krisis Gaza: 376 tewas sejak gencatan, termasuk warga sipil, karena serangan Israel. Blokade bantuan sejak fase satu usai bikin kelaparan naik, dengan UNICEF sebut 1 juta anak berisiko malnutrisi. Ekonomi Gaza lumpuh: pengangguran 50 persen, rekonstruksi mandek tanpa dana. Hamas klaim Israel rusak 70 persen rumah di wilayahnya, sementara Israel bilang Hamas simpan senjata di sana. Pembekuan senjata bisa tekan Israel kurangi operasi, tapi Netanyahu sebut itu “non-starter” untuk fase dua. Oposisi Palestina seperti Edmundo González dorong negosiasi, tapi Maduro dukung Hamas, sebut tuntutan “hak kedaulatan.” AS, pemasok senjata utama Israel, tolak embargo, tapi Trump ancam potong bantuan jika Hamas tak patuh.

Respons Internasional dan Prospek Negosiasi

PBB dan pakar hak asasi dukung embargo: 26 Januari 2024, ICJ sebut “risiko genosida” di Gaza, tuntut negara cegah. Macron, Cameron, dan Macron kenali Palestina, tolak embargo AS. China dan Rusia kritik intervensi AS, sementara Qatar dan Turki broker diskusi. Prospek fase dua suram: Israel tuntut setengah sandera dibebaskan tukar negosiasi damai permanen, Hamas tuntut akhir perang. Trump tekan kedua pihak, tapi rally Hamas di Gaza tunjukkan dukungan kuat. Pakar bilang embargo bisa jadi leverage, tapi Israel tolak “dukung teroris.” Negosiasi mungkin molor ke Januari 2026, dengan risiko eskalasi jika fase dua gagal.

Kesimpulan

Tuntutan Hamas soal pembekuan senjata jadi batu sandungan fase dua gencatan Gaza, di tengah tuduhan pelanggaran dan krisis kemanusiaan. Dari respons Israel yang tegas hingga dukungan internasional, ini uji diplomasi Trump. Gaza butuh damai nyata, bukan janji kosong—semoga embargo atau perlucutan senjata jadi jalan kompromi. Rakyat Palestina dan Israel pantas dapat masa depan aman, bukan gelombang konflik lagi. Negosiasi ini kunci, tapi butuh kemauan baik dari semua pihak.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *